Math Puding

Peluang Dasar

Subtopik 4 dari 67 contoh soal
Di halaman ini

Peluang mengukur seberapa mungkin sebuah kejadian terjadi. Nilainya selalu di antara 0 dan 1:

  • P=0P = 0: kejadian mustahil (misalnya muncul mata dadu 7)
  • P=12P = \frac{1}{2}: kemungkinan terjadi dan tidak terjadi sama besar (misalnya muncul angka pada koin)
  • P=1P = 1: kejadian pasti terjadi (misalnya muncul mata dadu kurang dari 7)

Istilah dasar

  • Percobaan: kegiatan yang hasilnya tidak pasti, misalnya melempar dadu.
  • Ruang sampel (SS): himpunan semua hasil yang mungkin. Untuk satu dadu, S={1,2,3,4,5,6}S = \{1, 2, 3, 4, 5, 6\}, jadi n(S)=6n(S) = 6.
  • Titik sampel: setiap anggota ruang sampel.
  • Kejadian (AA): bagian dari ruang sampel yang kita perhatikan, misalnya "muncul mata dadu ganjil", A={1,3,5}A = \{1, 3, 5\}.

Peluang kejadian

Jika setiap hasil sama-sama mungkin terjadi:

P(A)=n(A)n(S)=banyak hasil yang diinginkanbanyak semua hasilP(A) = \frac{n(A)}{n(S)} = \frac{\text{banyak hasil yang diinginkan}}{\text{banyak semua hasil}}

Contoh: peluang muncul mata dadu ganjil adalah P(A)=36=12P(A) = \frac{3}{6} = \frac{1}{2}.

Ruang sampel dua percobaan

Untuk dua percobaan sekaligus, tulis semua pasangan hasil dalam tabel. Pada pelemparan dua koin (A = angka, G = gambar), ruang sampelnya {AA,AG,GA,GG}\{AA, AG, GA, GG\}. Pada pelemparan dua dadu, ada 6×6=366 \times 6 = 36 pasangan:

Dadu 1 Dadu 2123456
1(1,1)(1,2)(1,3)(1,4)(1,5)(1,6)
2(2,1)(2,2)(2,3)(2,4)(2,5)(2,6)
3(3,1)(3,2)(3,3)(3,4)(3,5)(3,6)
4(4,1)(4,2)(4,3)(4,4)(4,5)(4,6)
5(5,1)(5,2)(5,3)(5,4)(5,5)(5,6)
6(6,1)(6,2)(6,3)(6,4)(6,5)(6,6)

Cara menghitung banyak hasil tanpa menulis semuanya dibahas di subtopik Kaidah Pencacahan.

Peluang komplemen

Kejadian "bukan AA" ditulis AcA^c. Karena AA dan AcA^c bersama-sama mencakup semua hasil:

P(Ac)=1−P(A)P(A^c) = 1 - P(A)

Cara ini berguna jika menghitung "yang tidak diinginkan" lebih mudah.

Frekuensi relatif dan frekuensi harapan

Jika percobaan benar-benar dilakukan nn kali dan kejadian AA muncul kk kali, frekuensi relatif (peluang empiris) adalah kn\frac{k}{n}. Semakin banyak percobaan, frekuensi relatif semakin mendekati peluang teoretis.

Sebaliknya, frekuensi harapan adalah perkiraan berapa kali AA muncul dalam nn percobaan:

Fh(A)=P(A)×nF_h(A) = P(A) \times n

Dua kejadian

  • Saling lepas: AA dan BB tidak mungkin terjadi bersamaan. Peluang AA atau BB: P(A∪B)=P(A)+P(B)P(A \cup B) = P(A) + P(B).
  • Saling bebas: terjadinya AA tidak memengaruhi BB, misalnya melempar koin dan dadu. Peluang AA dan BB: P(A∩B)=P(A)×P(B)P(A \cap B) = P(A) \times P(B).

Contoh soal

Coba jawab dulu sebelum membuka pembahasan.

Contoh 1

Sebuah dadu dilempar sekali. Berapa peluang muncul mata dadu genap?

PembahasanLihat pembahasan

S={1,2,3,4,5,6}S = \{1, 2, 3, 4, 5, 6\} dan kejadian genap A={2,4,6}A = \{2, 4, 6\}:

P(A)=36=12P(A) = \frac{3}{6} = \frac{1}{2}

Contoh 2

Sebuah kantong berisi 5 kelereng merah, 3 kelereng biru, dan 2 kelereng hijau. Satu kelereng diambil secara acak. Berapa peluang terambil kelereng biru?

PembahasanLihat pembahasan

Banyak semua kelereng 5+3+2=105 + 3 + 2 = 10, dan yang biru ada 3:

P(biru)=310P(\text{biru}) = \frac{3}{10}

Contoh 3

Dua koin dilempar bersamaan. Berapa peluang muncul tepat satu angka?

Pembahasan khusus Pro. Sudah coba sendiri? Cek jawabanmu dengan Pro.Buka dengan Pro

Contoh 4

Dua dadu dilempar bersamaan. Berapa peluang jumlah kedua mata dadu sama dengan 7?

PembahasanLihat pembahasan

Dari tabel ruang sampel, pasangan berjumlah 7 adalah (1,6), (2,5), (3,4), (4,3), (5,2), (6,1). Ada 6 dari 36 pasangan:

P=636=16P = \frac{6}{36} = \frac{1}{6}

Contoh 5Pro

Soal dan pembahasan ini khusus Pro.

Buka dengan Pro

Contoh 6Pro

Soal dan pembahasan ini khusus Pro.

Buka dengan Pro

Contoh 7Pro

Soal dan pembahasan ini khusus Pro.

Buka dengan Pro
Contoh 3, 5, 6 dan 7 terbuka penuh dengan Pro

Pro membuka semua contoh soal dan pembahasannya, langkah demi langkah. Bayar sekali dengan QRIS, tanpa perpanjangan otomatis.

Rp 10.000 · 30 hari
Subtopik berikutnya →Kaidah Pencacahan